Aku mencintaimu, sungguh,
dengan segala yang kupunya,
tapi entah kenapa, tanganku yang seharusnya menggenggam,
malah meninggalkan goresan luka.
Aku ingin menjadi teduh,
tapi aku adalah angin kencang,
menderu, menghantam, mengacaukan
segala yang indah di antara kita.
Aku takut…
Takut suatu hari kau sadar,
aku adalah badai yang tak pantas kau lalui.
Bahwa mencintaiku sama saja
dengan perlahan kehilangan dirimu sendiri.
Tapi aku berjanji,
aku akan melawan diriku yang tak terkendali,
aku akan berusaha menjadi tempatmu kembali,
bukan angin yang menyesakkan dadamu,
melainkan udara yang kau hirup dengan lega.
Dan untuk semua luka yang kubuat,
untuk setiap tangismu yang jatuh karena aku,
maaf… beribu kali maaf.
Aku hanya ingin kau tahu,
badai ini tak pernah bermaksud menghancurkan,
badai ini hanya belum tahu
bagaimana cara menjadi tenang.
Tapi untukmu,
aku akan belajar.
