Kamis, 24 Juli 2025
Diamku berdenting di ruang kosong,
Menatap retakan di cermin jiwa,
Sorot mata kering, senyum terukir,
Seolah nyeri tak pernah mampir.
Hidup,
penuh kejutan yang menyayat pelan,
dari tangan mereka yang kusebut spesial.
Raga lelah, lebur menghindar,
Jiwa justru menari di alunan nyeri yang lembut.
Dalam luka yang tak lagi kupertanyakan,
kutemukan damai di setiap sayatan,
melodi sunyi,
yang menenangkan.

