Popular Post

Popular Posts

Rabu, 16 Juli 2025

 

16/07/2025

Malam Senin kemarin, aku terkena demam. Mau dibilang parah sih... ya, lumayan. Tapi karena aku cowok—dan kalian pasti tahu—cowok kalau demam itu lebay banget. Giliran kecelakaan malah santuy, ya kan? Wkwk.

 

Tapi jujur, pas sakit itu tubuhku benar-benar nggak bisa ngapa-ngapain. Bahkan hari ini pun, ketika aku menulis catatan harian ini, aku masih merasa pusing walaupun suhu tubuh sudah kembali normal. Maklum... jadi cowok itu memang harus kuat. Dunia ini keras terhadap laki-laki. Kami harus mencari "harga" atas hidup kami dulu, baru diberi kasih sayang. Kalau tidak berguna, kami akan dihina dan diabaikan.

 

Well, jadi cowok maupun cewek sama-sama punya kekurangan dan kelebihan. Justru di bagian ini, cewek malah lebih kuat.

 

Setelah Maghrib malam Senin, jantungku berdebar kencang! Keringat dingin bercucuran di keningku! Bukan karena dapat wahyu—ya kali aku suka cowok?! Tapi itu semacam alarm dari tubuh, sinyal bahwa ada sesuatu yang salah di dalam diriku.

 

Akhirnya aku tetap ke masjid untuk salat Maghrib dan Isya. Karena aku jantan, bukan betina! AKU KUAT! Tidak mungkin aku panas!

 

...Gak sih, pada akhirnya panas juga 😅

 

Untungnya, saat aku sudah sampai rumah, hujan baru turun dari langit. Aku bersyukur, sih. Soalnya kalau hujan turun dari tanah, itu namanya azab kaum Nabi Nuh AS. Dan aku nggak mau jadi Kan’an.

 

Jujur, aku nggak tahu apa yang terjadi selama tiga hari itu. Tapi dari pengalaman itu, aku jadi teringat pada masa lalu dan segala dosaku—terutama dosa terhadap orang lain. Kalian bisa bilang aku lebay karena demam ini kelihatannya sepele. Tapi... gimana kalau demam ini justru ujian dari Tuhan agar dosaku dihapus? Gimana kalau Tuhan mengambil nyawaku sebagai tebusan dari dosa-dosaku?

 

Aku sih nggak masalah ya, wkwkw. Siapa yang nolak masuk surga jalur VIP?

 

Tapi masih banyak orang yang sudah aku kecewakan dan belum sempat aku bahagiakan. Hari ini, di tanggal yang tertera, aku merasa sedikit lebih baik. Aku sadar, manusia itu makhluk yang rapuh, tapi begitu angkuh. Diberi sedikit anugerah, sudah merasa seperti Tuhan.

 

Dan karena itulah, aku merasa... atas rasa sakit ini—yang ternyata adalah bentuk kasih sayang dari Tuhan—aku seperti terlahir kembali.

 

Terima kasih, Tuhan.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Dunia Veyastra

- Copyright © Galeri Karya - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -

cowok siang cowok malam
cewek siang cewek malam