13-07-2025
Catatan ini bukan untuk meminta belas kasih. Catatan ini adalah bentuk penyesalan diri atas apa yang telah terjadi. Tak ada yang patut disalahkan selain diriku sendiri, yang lebih memilih kejelekan atas tanda-tanda Tuhan yang sering memperingatkan.
Aku tukar kebaikan dengan kejahatan, cinta dengan nafsu, kesetiaan dengan pengkhianatan, pertumbuhan dengan kehancuran, serta hal-hal lain yang tak bisa kuingat atau kuungkapkan.
Namun aku tahu, semuanya tercatat dalam buku amal oleh para malaikat.
*
Kulihat sekelilingku, banyak yang melebihiku, juga banyak yang lebih sukses dariku. Aku berkaca pada cermin kehidupan yang memantulkan bayangan hitam dalam diriku. Kusadari banyak hal.
Bukan karena aku tak diberi karunia lebih banyak dari orang lain, tapi karena aku sendiri yang memilih menukar karunia dengan keburukan yang nyata. Lantas Tuhan yang Maha Penyayang sengaja tak memberiku lebih karena Tuhan tahu dosa itu tak sanggup kutampung.
Aku sering melihat ada orang yang mungkin lebih buruk dariku. Tapi Tuhan memberi mereka jalan, mempermudah hidup mereka, mengukir tawa dan senyum di wajah mereka. Sedangkan aku? Sebaliknya.
Kini kusadar, Tuhan begitu sayang pada hamba-Nya yang hina ini.
Tuhan memberiku karunia: keluarga, saudara, teman, bahkan seseorang yang mencintaiku dengan tulus sepenuhnya. Namun aku mengecewakan mereka, dan mengubah mereka menjadi sosok yang berlumuran dosa karena kesalahan diriku.
Kini aku sadar... akulah yang salah.
*
Dulu...
Aku sering berkiblat pada setiap amal salehku,
menatapnya dengan bangga, yakin itu cukup untuk mengejar ridha-Mu.
Kini, karena kesombongan itu,
Kau banting diriku ke dalam dosa yang menghinakan.
Namun di sisi lain,
Kau beri aku ribuan kesempatan.
Kau beri aku udara dan jantung yang masih bekerja.
Kau abaikan dosa-dosa yang dahulu kuperbuat.
Tuhan, terima kasih.
Aku ingin berubah...
